Tahun ini adalah tahun pertama kali saya ikut serta sebagai penonton film-film yang diputar di perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2019.
JAFF mengadakan program rutin yang menayangkan karya-karya terpilih dari Asia, baik yang sifatnya kompetisi maupun non-kompetisi, yakni Asian Feature, Light of Asia, dan Asian Perspectives. Pemutaran film dikemas sesuai dengan tema pemutaran,sayang nya kemarin saya cuman menonton Light Of Asia saja karna kehabisan budget buat makan sama perjalanan berangkat pulang naik kereta hehehe...
Di festival film ini saya bisa menonton film-film dari negara-negara Asia yang kemungkinan besar tidak akan pernah bisa saya tonton di bioskop-bioskop jaringan di Indonesia.
Kalau belum pernah ikutan JAFF saya sarankan banget untuk ikut mulai tahun depan. Menurut saya perhelatan JAFF adalah festival film yang enggak boleh dilewatkan oleh semua orang yang suka nonton film. Lebih-lebih lagi buat para mahasiswa film.
JAFF enggak cuma memutarkan film tapi juga mengadakan sesi-sesi diskusi panel dengan tema menarik terkait film yang diisi oleh orang-orang mumpuni di bidangnya, seperti kemarin saya menghadiri sesi diskusi nya joko anwar tentang pembuatan film horror.
JAFF mengadakan program rutin yang menayangkan karya-karya terpilih dari Asia, baik yang sifatnya kompetisi maupun non-kompetisi, yakni Asian Feature, Light of Asia, dan Asian Perspectives. Pemutaran film dikemas sesuai dengan tema pemutaran,sayang nya kemarin saya cuman menonton Light Of Asia saja karna kehabisan budget buat makan sama perjalanan berangkat pulang naik kereta hehehe...
Di festival film ini saya bisa menonton film-film dari negara-negara Asia yang kemungkinan besar tidak akan pernah bisa saya tonton di bioskop-bioskop jaringan di Indonesia.
Kalau belum pernah ikutan JAFF saya sarankan banget untuk ikut mulai tahun depan. Menurut saya perhelatan JAFF adalah festival film yang enggak boleh dilewatkan oleh semua orang yang suka nonton film. Lebih-lebih lagi buat para mahasiswa film.
JAFF enggak cuma memutarkan film tapi juga mengadakan sesi-sesi diskusi panel dengan tema menarik terkait film yang diisi oleh orang-orang mumpuni di bidangnya, seperti kemarin saya menghadiri sesi diskusi nya joko anwar tentang pembuatan film horror.



Tana Beru terkenal sebagai tempat pembuatan kapal / perahu tradisional.
Anda akan merasa kagum melihat kepiawaian masyarakat membuat kapal
tradisional dengan konstruksi kayu dan peralatan tradisional pula.
Mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah hanya
berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek
moyang mereka, tanpa menggunakan gambar atau kepustakaan tertulis.
Sejarah membuktikan bahwa Perahu Phinisi Nusantara telah berhasil
berlayar ke Vancouver Kanada, amerika Serikat pada tahun 1986. Oleh
karena itu, Bulukumba dijuluki sebagai Butta Panritta Lopi, yang artinya
bumi atau tanah para ahli pembuat Perahu Phinisi. Pusat kerajinan
Perahu Phinisi ini terletak di pesisir pantai kelurahan Tana Beru,
Kecamatan Bontobahari, sekitar 24 Km dari kota Bulukumba
Pulau dengan luas sekitar 9 Ha ini memiliki hamparan pasir putih yang
indah di sisi luarnya. Dikelilingi pemandangan laut yang biru anda
dijamin akan merasa betah untuk tinggal berlama-lama di tempat ini.
Berlokasi di Desa Cilelang sekitar 48 Km dari Kota Barru.
Merupakan salah satu dari gugusan kepulauan Spermonde dimana pulau ini
memiliki gugusan terumbu karang yang sangat indah dengan menyimpan
beranekaragam biota laut yang menarik. Terletak di Desa Mattiroujung,
Kecamatan Liukang Tupabiring, dapat dijangkau dengan menggunakan speed
boat sekitar 90 Menit ke arah barat laut Makasar.